بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Terbaru
Menunggu...
Senin, 05 Januari 2015

Info Post
Tangisan Maaf Seorang Ayah




            Malam itu hujan turun dengan derasnya dengan kilatan cahaya dari langit. Anginpun seakan tak ingin kalah memasuki setiap celah celah  yang kosong di jendela. Dingin pun menyelimuti suasana malam itu.

            Tetapi rasa dingin itu semua sirna ketika semua berkumpul bersama di depan sebuah layar kaca yang kami tonton malam itu. Canda, tawa, kami rasakan bersama. Suasana yang sangat jarang aku rasakan sejak pertengkaran itu, kami  jarang berkumpul bersama apalagi bercanda canda lagi.

Adik : “YAH” “BU”  Aku kangen suasana seperti ini, jarang jarang kita bersama? (dengan suara kecil dan sangat manjanya)
Ibu   : Kok tubennya bilang gitu ? (dengan suara halusnya)
Adik : Yah jarang aja kita begini bu?
Ayah :  Maafin ayah ya? (tiba tiba berkata) Ayah salah, tidak bias jadi ayah yang baik buat kalian. Ayah janji gak bakal buat kalian kecewa lagi, tak aka ada lagi pertengkaran. Ayah ingin jadi Ayah yang bisa kalian banggakan. Ayah minta maaf, Ayah sangat menyesal kenapa  Ayah bisa lakuin kesalahan ini pada kalian, Ayah yang hancurin keluarga ini, Ayah sungguh menyesal , Maafin  Ayah. (dengan air mata yang menetes sangat derasnya)
Ibu   : “ Iyah Yah kami semua maafin ayah (tersenyum)

            Akupun hanya bisa terdiam mendengar ucapan tersebut.  Aku bahagia mendengar Ayah menyadari kesalahanya dan meminta maaf atas kesalahan yang ia perbuat selama ini. Suasana riang pun berubah menjadi keharuan yang mendalam. Air mata pun tak henti hentinya mengalir di atas goresan goresan kulitnya. Mataku pun berkaca kaca , tetapi Aku tak ingin ikut menangis.

           Aku bergegas menuju ke kamarku, bukanya Aku melewatkan momen itu, Tetapi Aku tak sanggup lagi menahan air mata yang mulai membanjiri pipiku. Dibalik pintu aku duduk dengan tersenyum bahagia dengan air mata yang mengalir. Semoga  ini menjadi  awal yang baik buat 
kedepannya nanti.


Aku sayang kalian semua

0 komentar:

Posting Komentar